Seorang wanita memang digairahkan dengan tawaran kerja dimana-mana. Gaji yang tinggi dan lingkungan kerja yang diminati banyak orang.

Namun satu PR yang belum selesai. Mendidik anak untuk memiliki karir yang lebih hebat dari kita adalah sebuah karir Ibu yang jauh lebih mulia. Mempersiapkan generasi yang mampu menjadi pemimpin di masa depan kelak, jauh lebih dibutuhkan untuk menjawab problematika yang ada di tengah masyarakat ketimbang suksesnya kita bekerja di kantor.

Bukan sekedar bermanfaat bagi hidup orang banyak. Anak-anak kita tersebut adalah investasi yang bernilai mahal di dunia dan akhirat. Maka tentu rugi, orang yang enggan untuk berinvestasi dengan waktu, tenaga dan harta untuk melahirkan anak-anak yang hebat.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ إِلَّا مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ

“Apabila seorang telah meninggal dunia, maka seluruh amalnya terputus kecuali tiga, yaitu sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shalih yang mendo’akannya.” (HR. Muslim: 1631).

Ibu yang menginvestasikan waktunya untuk mendidik anak-anaknya sangat sangat patut diacungi jempol. Betapa tidak Ibu adalah pintu pertama sekolah yang mengajarkan akan kasih sayang dan pengorbanan. Ibu, ya Ibu adalah bahu pertama tempat kita bersandar menghilangkan ketakutan dan kesedihan. Ibu pula manajer yang membimbing dan memotivasi agar terciptanya karakter anak yang kuat.

Semua itu tidak terjadi begitu saja. Meski ada satu dua sosok besar yang besarnya bukan karena sentuhan Ibu. Tapi mayoritas, anak jempolan adalah hasil bentukan dan didikan ayah ibu di rumah.

Ya, begitulah senyum manis Ibu saat melihat anak tumbuh kembang dengan baik. Investasinya membuahkan hasil. Cerita tentang keberhasilan seorang anak pun lebih menarik ketimbang cerita tentang besarnya gaji dan tingginya posisi di kantor.

Anak tak kan pernah lupa. Meski satu belaian Ibu yang dulu pernah mengatakan, “Nak, engkau adalah buah hati Ibu, semoga engkau menjadi anak yang shalih lagi baik amalnya kepada orang lain…”

Ibu. Engkau memang tak kan tergantikan. Wanita yang kemudian tak hanya selesai kebahagiaannya di dunia. Tapi juga setelah berlalunya ajal menuju kehidupan di akhirat
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِي الْجَنَّةِ فَيَقُولُ يَا رَبِّ أَنَّى لِي هَذِهِ فَيَقُولُ بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

“Sesunguhnya Allah ta’ala akan mengangkat derajat seorang hamba yang shalih di surga. Kemudian dia akan berkata, “Wahai Rabb-ku, bagaimana hal ini bisa terjadi padaku? Maka Allah menjawab, “Hal itu dikarenakan do’a yang dipanjatkan anakmu agar kesalahanmu diampuni.” (HR. Ahmad: 10618. Hasan).

 

Penyusun : Radikal Yuda
____
www.muslimplus.or.od
Join (klik) t.me/muslimplus
Join BC Nasihat :
( Ketik)BC_Nasihat (kirim ke) 089620688585